![]() |
| Ilustrasi anak yang mulai aktif dan membuat rumah berantakan. Gambar: diperoleh dari vecteezy.com |
Menghadapi rumah yang berantakan di saat bayi sedang aktif-aktifnya sering kali menguji batas kesabaran
Hal ini jugalah yang sedang saya rasakan sebagai orang tua bila menghadapi rumah berantakan, apalagi saat pulang kerja beuhhh. Badan lagi capek-capeknya ya kan, eh ketika pulang dapet suguhan pemandangan rumah yang seperti "kapal pecah" masyaallah banget kan hehe.
Sebenarnya, sangat wajar jika Ayah/Bunda merasa lelah secara mental saat melihat mainan berserakan di mana-mana
Mengapa Rumah Berantakan Membuat Orang Tua Mudah Stres?
Melihat tumpukan barang yang tidak rapi secara langsung memicu reaksi emosional di dalam otak
Ditambah lagi dengan tingkah bayi yang sedang aktif, otak orang tua mengalami overstimulation atau stimulasi sensorik berlebih
Catatan Penting: Rasa lelah yang Ayah/Bunda sekalian alami itu manusiawi. Mengakui bahwa Ayah/Bunda sekalian sedang kewalahan adalah langkah awal yang sangat baik untuk mengendalikan emosi
.
Baca Juga: Jadi Orang Tua Zaman Sekarang: Lebih Sadar atau Lebih Ribet?
Rahasia "Napas Dalam" dan Tuntunan Hadis Nabi Saat Amarah Memuncak
Saat emosi mulai naik, cobalah untuk mengambil jeda sejenak dan melakukan tarik napas dalam-dalam
Islam memberikan petunjuk praktis yang sangat sejalan dengan mekanisme tubuh ini
Selain itu, Rasulullah SAW mengajarkan untuk mengubah posisi tubuh: "Jika salah seorang di antara kalian marah saat berdiri, hendaklah ia duduk..." (HR. Abu Daud no. 4782) serta memerintahkan: "Jika kalian marah, diamlah." (HR. Ahmad)
Langkah Praktis Manajemen Emosi Harian untuk Orang Tua
Agar tetap stabil dan sabar sepanjang hari, dan berdasarkan pengalaman yang saya pernah lakukan. Ayah/Bunda sekalian bisa menerapkan beberapa langkah sederhana berikut
1. Ambil Jeda dan Napas Dalam (Pause)
Ketika merasa ingin membentak, berhenti bergerak dan tarik napas dalam lewat hidung
. Hembuskan perlahan lewat mulut untuk memberi sinyal aman pada otak
.
2. Ubah Posisi Tubuh dan Tahan Ucapan
Jika Ayah/Bunda sekalian sedang berdiri saat emosi memuncak, segeralah duduk sesuai anjuran HR. Abu Daud no. 4782
. Pilih untuk diam sejenak sebagaimana pesan HR. Ahmad agar tidak ada kata-kata kasar yang terucap dan disesali kemudian
.
3. Luruskan Niat dan Istirahat Cukup
Ingatlah bahwa menahan amarah (QS. Ali 'Imran: 134) dan mengasuh anak adalah wujud takwa serta ibadah yang bernilai pahala
. Jangan ragu berbagi tugas dengan pasangan agar Ayah/Bunda terhindar dari parental burnout
.
Baca Juga: Cara Mengenalkan Allah dan Rasulullah pada Anak Balita Sejak Dini
Jadi, mengasuh anak yang sedang aktif di tengah kondisi rumah berantakan memang sebuah tantangan harian
Nah, itu mungkin sedikit sharing saya sebagai orang tua yang lagi masih belajar parenting tentunya, harapannya bisa terus belajar agar jadi teladan bagi anak-anak.
Terakhir, anak adalah amanah yang membutuhkan figur orang tua yang tenang dan penuh kasih sayang

Komentar
Posting Komentar