Manfaat Qoilulah Sebelum Dzuhur: Cara STP Khoiru Ummah Purwakarta Jaga Stamina Siswa SD Lewat Tidur Siang
Hai Sahabat Blogger dan rekan-rekan guru hebat!
Kembali lagi di blog saya. Sebagai seorang pendidik yang setiap hari berhadapan dengan energi luar biasa dari anak-anak usia Sekolah Dasar (SD), saya sering berpikir: bagaimana ya caranya menjaga agar energi dan fokus mereka tetap stabil dari pagi sampai siang?
Nah, di tempat saya mengajar, yaitu STP Khoiru Ummah Purwakarta Tingkat SD yang beralamat di Perum Puri Nirana Cigelam (PNC) Purwakarta, Jawa Barat. Kami punya sebuah rahasia kecil yang dampaknya luar biasa besar bagi fisik dan spiritual siswa. Berbeda dengan sekolah pada umumnya, kami menjadwalkan agenda khusus sebelum Shalat Dzuhur, yaitu menghidupkan sunnah Nabi bernama Qoilulah (tidur siang sebentar).
![]() |
| Ilustrasi siswa sedang qoilulah di kelas. Gambar : Dokpri Media STP Khoiru Ummah Purwakarta Tingkat SD |
Ketika saya pertama mengajar, masyaallah ini luar biasa menurut saya, yang mana tidur siang sebentar itu haruslah menjadi kegiatan rutin bukan hanya bagi siswa di sekolah melainkan kami sebagai guru maupun orang tua bahkan semua orang.
Penasaran bagaimana keseruan dan manfaatnya? Yuk, saya ajak mengintip "ritual" harian di sekolah kami yang insya Allah menginspirasi!
Manajemen Waktu ala STP Khoiru Ummah Purwakarta
Menjadi guru di sekolah Islam terpadu menuntut kita untuk pandai menyelaraskan kurikulum akademis dengan pembiasaan karakter (adab). Di STP Khoiru Ummah Purwakarta, aktivitas santri sudah dimulai sejak pagi buta. Anak-anak sudah harus masuk kelas pukul 06.45.
Aktivitas anak-anak di sekolah mulai dari Tahsin, Tahfidz, Sholat Dhuha, dan kegiatan ekstrakulikuler setiap hari Selasa (seperti berkebun, memasak, berenang, memanah, olahraga hingga berkuda) serta belajar dengan mata pelajaran pada umumnya di tingkat sekolah dasar. Anak-anak juga dibiasakan untuk puasa sunnah setiap hari Senin dan Kamis serta mabit di sekolah.
Baik di sekolah maupun di lingkungan rumah, anak-anak juga dibiasakan untuk mengamalkan ALBIAHKU (yaitu Al-Qur'an bacaan dan amalanku, Bersih diri dan lingkunganku, Ibadah sepanjang hayatku, Ahsan tutur kata dan perbuatanku, dan Halalan toyyiban makanan dan minumanku).
Kebiasaan baik ini diberlakukan bukan hanya di sekolah Purwakarta saja melainkan di seluruh cabang STP Khoiru Ummah seluruh Indonesia. Semua ini dilaksanakan agar anak-anak menjadi generasi Al-Qur'an dan pemimpin masa depan, luar biasa kan.
Dengan jam masuk yang cukup pagi tersebut, tentu manajemen energi anak adalah kunci utama agar mereka tidak burnout atau rewel di tengah pelajaran. Oleh karena itu, kami menyusun jadwal istirahat yang proporsional:
- Pukul 09.40 -10.00 : Istirahat pertama (Makan snack dan meregangkan otot).
- Pukul 11.10 - 11.50 : Istirahat siang (Sesi Qoilulah dan persiapan shalat) dengan terpisah antara siswa laki-laki dan perempuan didampingi oleh guru di masing-masing kelas.
- Pukul 12.00 - selesai : Shalat Dzuhur berjamaah dan makan siang bersama.
Karena sekolah kami baru selesai pada pukul 13.50, Ananda persiapan kepulangan serta orang tua bisa menjemput anak-anaknya. Jeda siang ini menjadi "jembatan emas" yang mengembalikan stamina anak-anak untuk menghadapi sisa jam pelajaran dengan senyuman.
Menghidupkan Sunnah Qoilulah di Ruang Kelas
Apa itu Qoilulah?
Bagi yang belum familiar, qoilulah adalah tidur siang sejenak di pertengahan hari. Di STP Khoiru Ummah, pukul 11.10 adalah waktu yang paling dinanti. Setelah otak mereka diajak berpikir keras sejak pagi, kami meminta anak-anak untuk merapikan meja, menggelar matras sederhana, dan memejamkan mata.
Bukan sekadar istirahat biasa, aktivitas ini bernilai pahala karena merupakan anjuran langsung dari Rasulullah ﷺ. Dalam sebuah hadits, beliau bersabda:
"Tidurlah qoilulah (tidur siang), karena setan tidak tidur qoilulah." (HR. Abu Nu’aim dalam Al-Hilyah, dihasankan oleh Syaikh Al-Albani).
Dalam hadist lain juga dijelaskan:
"Tidurlah di siang hari (qailulah) agar dapat membantumu shalat malam, sebagaimana sahur dapat membantumu puasa di waktu siang." (HR. Ibnu Majah dan Al-Hakim).
Menariknya, Al-Quran juga mengisyaratkan pentingnya istirahat di tengah hari ini dalam Surah Ar-Rum ayat 23:
"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya..."
Melihat anak-anak tertidur pulas selama 15–20 menit di ruang kelas adalah pemandangan yang sangat menyejukkan hati bagi kami para guru.
Manfaat Medis Qoilulah: Mengapa Tubuh Jadi Segar?
Sebagai guru masa kini, kita tentu tidak hanya melihat dari sisi dogma, tapi juga sains. Berdasarkan data dan riset kesehatan modern, tidur siang singkat (power nap) selama 15–30 menit terbukti memiliki efektivitas yang luar biasa, di antaranya:
Manfaat Utama dan Dampak pada Siswa
1. Restorasi Otak
Menyegarkan kembali fungsi kognitif dan daya ingat setelah belajar intensif.
2. Menurunkan Kortisol
Mengurangi hormon stres, sehingga anak-anak tidak mudah rewel atau tantrum di siang hari.
3. Meningkatkan Fokus
Memulihkan konsentrasi visual dan pendengaran untuk pelajaran setelah Dzuhur.
Banyak orang tua murid yang bercerita kepada saya bahwa anak-anak mereka tetap ceria dan tidak kelelahan saat dijemput pukul 13.50. Mengapa? Karena "baterai" tubuh mereka sudah di-charge ulang lewat qoilulah tadi!
Refleksi untuk Rekan Guru: Saatnya Berinovasi demi Kenyamanan Anak
Teman-teman guru sekalian, terkadang kita terlalu fokus mengejar target materi kurikulum hingga lupa bahwa anak-anak memiliki kapasitas fisik yang terbatas. Memaksa mereka belajar terus-menerus tanpa jeda yang berkualitas justru kontraproduktif.
Penerapan qoilulah di STP Khoiru Ummah Purwakarta membuktikan bahwa mengadopsi gaya hidup ala Nabi Muhammad ﷺ adalah solusi terbaik yang melintasi zaman. Konsep ini sangat relevan untuk pendidikan masa kini yang mengutamakan well-being (kesejahteraan psikologis dan fisik) peserta didik.
Ketika anak-anak bangun dari qoilulah, mereka langsung mengambil wudhu dengan segar, melaksanakan Shalat Dzuhur berjamaah dengan khusyuk, lalu menikmati makan siang dengan lahap. Tidak ada lagi wajah-wajah mengantuk atau lemas di sisa hari.
Kesimpulan
Pendidikan terbaik adalah pendidikan yang memanusiakan manusia dan menghidupkan sunnah. Melalui manajemen waktu yang tepat—mulai dari masuk jam 06.45, istirahat makan snack/cemilan sehat, hingga qoilulah sebelum Dzuhur—STP Khoiru Ummah Purwakarta berkomitmen menjaga keseimbangan jasmani dan rohani para santri.
Semoga cerita singkat dari sudut ruang kelas kami ini bisa menginspirasi sekolah-sekolah lain untuk mulai memperhatikan pentingnya istirahat siang yang berkualitas bagi anak didik kita.
Bagaimana dengan sekolah tempat rekan-rekan mengajar? Apakah tertarik juga untuk menerapkan sunnah qoilulah ini? Yuk, bagikan pendapatmu di kolom komentar! Jangan lupa share artikel ini jika dirasa bermanfaat, ya! Sampai jumpa di tulisan berikutnya!

Komentar
Posting Komentar