Perang, Politik, dan Kita: Dampaknya ke Kehidupan Sehari-hari


Perang picu harga bensin makanan. Gambar: dibuat AI (prompt oleh Penulis).

Lagi santai scrolling media sosial buat cari hiburan, yang lewat di beranda malah berita rudal terbang, kapal tanker dicegat di Selat Hormuz, sama rapat darurat Amerika Serikat dan sekutunya. Kamu cuma bisa menghela napas sambil membatin, "Serem banget ya dunia sekarang, untung konfliknya jauh dari Indonesia."

Satu jam kemudian, kamu keluar rumah karena kelaparan mau beli seblak atau es kopi susu. Pas mau bayar, mas-masnya bilang, "Maaf ya Kak, sekarang naik seribu rupiah, harga plastik cup sama kantongnya lagi mahal dari sananya." Pas jalan balik, kamu mampir ke pom bensin dan ngeliat antrean Pertalite udah sepanjang antrean tiket konser, sementara mau beli Pertamax bikin kamu harus deep talk dulu sama isi rekening.

Di momen itulah kamu akhirnya tertegun sambil memandangi dompet: "Oh... ternyata rudal yang terbang di Timur Tengah, meledaknya malah di anggaran jajan harian gue."

Ketika semua harga barang kompak merangkak naik dan nominal di rekening mulai menunjukkan sinyal kritis, menyerah pada keadaan tentu bukanlah sebuah pilihan. Kita dipaksa untuk memutar otak dan mencari celah paling taktis agar bisa tetap bernapas lega di tengah impitan ekonomi global yang kian mencekik ini.

Gimana, kerasa banget kan ironinya? Makanya, penting sekali kita untuk tahu isu sosial dan geopolitik meskipun lagi sibuk agar ngak ketinggalan dan kita bisa bersiap diri. Dari semua efek domino perang global tadi, mana nih perubahan harga yang paling berasa mengubah gaya hidup atau isi dompetmu belakangan ini? Tulis di kolom komentar ya.




Komentar