Kita Bisa Sukses Mulia


Kunci sukses mulia
Kunci sukses mulia. Gambar: pixabay.com

Setiap orang pasti mempunyai tujuan hidupnya masing-masing. Tujuan hidup itu adalah apa yang ingin dicapai selama berproses menuju hidup yang lebih baik. Tujuan hidup atau impian itu umum orang sebut sebagai kesuksesan.

Kesuksesan itu biasanya didapat saat seseorang telah mencapai apa yang diinginkannya. Namun, yang menarik perhatian adalah, ternyata setiap orang mempunyai standar sendiri dalam meraih kesuksesan tersebut. Misalnya, ada orang yang merasa sukses jika telah naik jabatannya di kantor atau dipekerjaannya, ada juga orang yang merasa sukses jika telah memiliki rumah, ada juga orang yang dia merasa sukses jika telah meraup keuntungan besar dalam bisnis. Ternyata banyak sekali standar yang berbeda dari setiap orang dalam meraih kesuksesannya. 

Tetapi, sukses seperti apakah yang benar-benar sukses itu?

Ya, saya pernah membaca bukunya Pak Jamil Azzaini yang berjudul “Menyemai Impian, Meraih Sukses Mulia: Kisah-Kisah Inspiratif Pembangkit Motivasi dan Pemakna Hidup.” Buku yang sangat menarik untuk dibaca, yang mana membahas hakikat sejati sukses mulia.

Jika kita dihadapkan pada pertanyaan, “apakah kita bisa sukses?” Sebuah jawaban penuh pengharapan bagi kita semua. Jawabannya, “Ya, kita bisa sukses.”

Semua orang bisa sukses pastinya, tetapi apakah suksesnya itu bisa membawa seseorang pada kemuliaan hidup? Ini yang Pak Jamil Azzaini angkat dalam tulisannya tersebut.

Bahkan, ada yang menarik perhatian saya saat penulis ditanya, “Pak Jamil, kapan seorang dikatakan sukses? Apakah Pak Jamil sudah sukses? Siapa contoh orang sukses? Demikian tertulis dalam buku beliau tersebut.

 Misalnya, ada seorang pejabat yang telah mendapat jabatan tinggi, di lingkungan tempat tinggalnya dia memiliki status sosial yang tinggi dibandingkan orang-orang di lingkungannya yang belum seperti drinya.

Tapi, kembali kepada konsep awal bahwa setiap orang punya tujuannya masing-masing. Hingga kita berada pada posisi dan pola pikir bahwa sukses saja tidak cukup, sukses itu harus mulia. Orang bisa disebut mulia bila ia mampu memberi banyak manfaat kepada orang lain. Maka, dalam tulisan ini saya ingin berbagi kepada teman-teman sekalian tentang menggapai sukses mulia berdasarkan apa yang telah saya baca dari bukunya Pak Jamil Azzaini tersebut.

Bagaimana meraih sukses mulia?

Terdapat 4 poin inti sari dalam mencapai sukses mulia, yaitu sebagai berikut:

1. Niat meraih sukses karena Allah SWT.

Dalam meraih sebuah kesuksesan yang mulia, pertama kita harus meniatkan diri untuk merah sukses karena Allah SWT, Tuhan Semesta Alam. Sebab, sukses yang diperoleh atas jalan yang baik, benar, ikhlas, dan sabar. Akan menjadikan sukses kita itu mulia karena bernilai ibadah. Sukses seperti ini adalah sukses yang berkah dan diraih dengan cara-cara yang baik dan benar sesuai dengan tuntunan agama.

2. Bersungguh-sungguh dalam meraih sukses mulia

Saat berproses dalam meraih sukses mulia, kiata harus senantiasa bersungguh-sungguh dalam meraihnya. Optimis dalam meraih sukses mulia akan senantiasa membuat kita terus bersemangat dalam meraih sukses mulia. Bersungguh-sungguh dalam bekerja, berwirausaha, mendidik dan mengajar, akan membuat kita bermakna. Jangan sampai, kita hanya sebatas menumpang nama di perusahaan atau lembaga tempat kita bekerja, yang  menerima gaji buta. Tetapi, buktikan kesungguhan kita dengan kapasitas yang kita miliki untuk menggapai sukses mulia.

3. Sukses mulia untuk bermanfaat bagi sesama

Dalam sebuah hadits, Rosulullah Muhammad Saw, pernah bersabda, “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.” (Hadits Riwayat ath-Thabrani, Al-Mu’jam al-Ausath, juz VII, hal. 58, dari Jabir bin Abdullah r.a.. Dishahihkan Muhammad Nashiruddin al-Albani dalam kitab: As-Silsilah Ash-Shahîhah).

Berdasarkan hadits tersebut, memberitahu dan memotivasi kita bahwa tujuan dari sukses mulia itu adalah untuk bermanfaat bagi sesama.Sukses bukanlah sukses bila kita saling berbagi, kita tidak bisa sukses begitu saja tanpa adanya dukungan dan bantuan dari orang lain.

Kita bisa bermanfaat bagi sesama dengan saling membantu memenuhi keperluan saudara-saudara kita yang membutuhkan, bersedekah, atau bahkan membantu dalam hal jasa atau tenaga untuk lingkungan kita agar lebih baik. Itulah tujuan dari sukses mulia, berbuat baik dan bermanfaatlah bagi sesama agar hidup kita berkah. 

4. Bersyukur atas usaha yang telah dilakukan

Saat kita sudah berproses dan mencapai impian atau tujuan kita, jangan lupa untuk bersyukur. Dengan bersyukur, akan membuat kita untuk senantiasa rendah hati dan kita pun akan senantiasa merasa cukup atas apa yang kita punya dan peroleh. Ingat, bahwa sukses mulia itu diperoleh tidak begitu saja, balutlah dengan rasa syukur dan merefleksikan diri atas usaha yang telah kita lakukan.

Bersyukurlah dan jangan pernah merasa puas atas pencapaian kita, tetapi teruslah berjuang lagi dan lagi dengan cara yang berbeda. Teruslah bersyukur agar hidup kita berkah dan janganlah kita kufur (tidak bersyukur).

Dan ingatlah ketika Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambahkan nikmat-Ku kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangatlah pedih”. – (Q.S Ibrahim: 7).

Itulah hakikat sukses mulia berdasarkan apa yang telah saya baca dari bukunya Pak Jamil, mudah-mudahan kita semua bisa meraih sukses mulia, agar hidup lebih bermakna.

 

 

 

Sumber Referensi:

Azzaini J. 2008. Menyemai Impian, Meraih Sukses Mulia: Kisah-Kisah Inspiratif Pembangkit Motivasi dan Pemakna Hidup. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Gambar 1. https://pixabay.com/id/photos/sukses-kunci-karir-3195027/

Komentar